Profil

Sejarah

Pengambilan nama Nishikoren didasarkan pada sebuah nama pesawat jepang yang dikuasai dan diperbaiki oleh tentara indonesia, kemudian diterbangkan pertama kali oleh Komodor Agustinus Adisoetjipto.

Pesawat Nishikoren (N1k2-J)

Sejarah – Pesawat Nishikoren merupakan pesawat latih lanjut yang dikembangkan dari pesawat tempur Ki 27 “NATE” buatan pabrik Nakajima Jepang yang diproduksi tahun 1983. Menggunakan motor radial dingin angin Hitachi dengan kekuatan 450 daya kuda dengan kecepatan maksimum 275 km/jam dan kemampuan jelajah sejauh 220 km/jam. Secara keseluruhan panjang pesawat 7,64 meter dan sayap 11,64 meter.
Nishikoren adalah nama yang muncul di Indonesia yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan “Banteng”. Pemerintah Jepang sendiri menyebutnya dengan Shiden Kai, sedangkan Sekutu menyebut dengan kode George. Di Indonesia, pesawat Nishikoren ditemukan di Lanud Cibeureum Tasikmalaya dan Lanud Bugis Malang dalam keadaan rusak dan tidak layak terbang. Salah satu Pesawat Nishikoren bersama Pesawat Cukiu dan Cureng yang ada di Pangkalan Udara Bugis Malang (sekarang Pangkalan Udara Abdulrachman saleh) di kirim ke Pangkalan Udara Panasan (Solo) yang dipimpin oleh H. Sujono selaku Komandan Pangkalan. Pangkalan Udara Panasan waktu itu tidak punya pesawat sementara di sana mempunyai 14 orang tenaga teknik. Ketiga pesawat yang dalam keadaan rusak berat tersebut dibawa ke Panasan Solo dengan menggunakan Kereta api.
Dipangkalan Udara Panasan ketiga Pesawat Nishikoren bersama pesawat Cukiu dan Cureng tersebut berhasil diperbaiki pada bulan September 1945.

Spesifikasi Umum
✈ Negara asal : Jepang
✈ Pabrik : Nakajima
✈ Type : Pesawat Latih Buru
✈ Tahun pembuatan : 1938
✈ Kekuatan motor : 450 daya kuda
✈ Kecepatan maksimum : 275 km/jam
✈ Kecepatan Jelajah : 220 km/jam
✈ Panjang sayap : 11,64 m
✈ Panjang badan : 7,64 m

Pesawat Nishikoren NK 158 di PU Bugis Malang✈
Selanjutnya secara bersamaan pula pada bulan September 1945 satu pesawat Nishikoren yang ada di Tasikmalaya (PU Cibeureum) berhasil diperbaiki.
Untuk menunjukkan identitas bahwa pesawat tersebut adalah milik bangsa Indonesia, selanjutnya pesawat diberi identitas dengan warna merah putih dengan menambahkan cat putih setengah dari bulatan berwarna merah lambang bendera Jepang yang telah ada dibadan pesawat. Walaupun pesawat berhasil diperbaiki dan siap untuk terbang, tapi penerbangnya belum ada untuk test flight. M. Jacoeb memberanikan diri menghadap KNI Tasikmalaya setelah mendapat ijin dari Toeloes Mertoadmodjo, supaya diijinkan untuk menerbangkannya. Tetapi ketika ditanya oleh KNI, demikian pertanyaannya “apakah Jacoeb memiliki brevet”, dan dijawab dengan jujur dan lantang tidak punya. Maka KNI secara tegas tidak mengkabulkan keinginannya menerbangkan Pesawat Nishikoren yang ada di Pangkalan Udara Cibeureum.
Ketika Basyir Surya berada di Yogyakarta ia melaporkan kepada Agustinus Adisutjipto bahwa di Cibeureum ada dua pesawat yang sudah diperbaiki dan siap diterbangkan. Mendapat informasi tersebut pada tanggal 2 November 1945 Agustinus Adisutjipto bersama dengan Basyir Surya dan Tarsono Rudjito berangkat ke Cibeureum naik kereta api.
Keesokan harinya yaitu tanggal 3 November 1945 Agustinus Adisutjipto bersama dengan Basyir Surya dan Tarsono Rudjito sampai di Pangkalan Udara Cibeureum. Kegiatan sesampai di Pangkalan Udara Cibeureum adalah melihat-lihat kondisi Pesawat Nishikoren yang telah berhasil diperbaiki oleh para Teknisi. Setelah diteliti ternyata sayap kiri pesawat Nishikoren tidak dapat berfungsi dengan baik. Selanjutnya sesuai kesepakatan bersama dengan Agustinus Adisutjipto, Basyir Surya meminta waktu tiga hari untuk memperbaikinya sayap pesawat yang tidak berfungsi dengan baik tersebut.
Setelah diperbaiki tepatnya tanggal 7 November 1945 diadakan test Flight, percobaan terbang Pesawat Nishikoren “Banteng” dan berhasil mengelilingi kota Tasikmalaya selama 30 menit, untuk take off dan landing di Lapangan Terbang Cibeureum.

sumber sejarah nishikoren:
✈✈ SMID | TNI AU

https://www.facebook.com/SMIDNews/posts/pesawat-nishikoren-n1k2-j-sejarah-pesawat-nishikoren-merupakan-pesawat-latih-lan/1064899290193105/


Visi

Terciptanya suasana budaya dengan membaca bagi peserta didik, guru, dan karyawan serta civitas kompleks sekolah angkasa

Misi

  1. Menjadikan Perpustakaan SMK Penerbangan AAG Adisutjipto sebagai pusat layanan prima, pusat informasi global untuk warga SMK Penerbangan AAG Adisutjipto khususnya, dan komplek sekolah angkasa
  2. Pusat pengembangan minat dan budaya membaca
  3. Menyediakan sumber informasi terkini untuk mendukung proses kegiatan belajar mengajar (KBM).
  4. Menyediakan ruang perpustakaan yang nyaman dan sebagai sarana rekreasi Pendidikan yang menyenangkan